Minggu, 20 Juli 2008

Perbedaan INDONESIA Sekarang Dengan Nusantara Doeloe


Nusantara zaman dulu di taklukan dengan mudah oleh VOC dan Hindia-Belanda di karenakan beberapa Faktor. Diantaranya adalah :

1. Adanya Kongsi Dagang VOC.
Nusantara di kenal dengan pusat perdagangan. Pedagang-pedagang dari seluruh penjuru dunia banyak yang berkumpul di Nusantara entah untuk berdagang atau hanya untuk istirahat sebelum menuju ke Cina dan India. Cerita ini sampai juga ke kongsi dagang VOC. VOC pun mulai tertarik untuk berdagang di Nusantara.Dan semenjak itu awal penjajahan di Nusantara.

2. Negara.
Negara Belanda yang saat itu sebagai negara asal VOC mendukung habis-habisann VOC untuk menguasai Nusantara. Dukunganya meliputi sektor pendanaan sampai sektor Militer

3. Faktor Pendukung.
Alasan VOC berdagang di Indonesia untuk mencari Rempah-rempah yang pada saat itu sangat mahal di pasaran dunia dan sangat melimpah di bumi Nusantara ini. Harga rempah-rempah tersebut di beli oleh VOC dengan harga yang amat sangat murah dan di jual ke pasar Internasional dengan harga jauh lebih mahal.

4. Peran Intelektual.
Banyaknya peran Intelektual yang mendukung VOC dan Belanda menjadi faktor utama takluknya Nusantara ke Tanggan VOC. Salah satu peran Intelektual tersebut adalah menggaku sebagai seorang Muslim dan berasal dari Negara Arab untuk memecah Bela Aceh yang pada saat itu menjadi satu-satunya wilayah Nusantara yang belum takluk di tanggan VOC dan Belanda.

5. Peran Media Massa.
Peran Media Massa pada saat itu sangat penting. Media Massa menggambarkan para pejuang-pejuang sebagai Pemberontak dan mengkabarkan ke seluruh dunia bahwa “ Pemberontak” tersebut dengan mudah di taklukan oleh kerajaan Belanda, padahal pada saat itu, di mana-mana terjadi Pembrontakan oleh para pejuang-pejuang Nusantara.

6. Pemimpin Amangkurat.
Pada saat Nusantara “ Menjalin kerja-sama” dengan VOC pada massa kerajaan Amangkurat. Raja Amangkurat memperbolehkan VOC mendirikan pelabuhan-pelabuhan di Nusantara dengan syarat VOC tidak mengusik Amangkurat menjadi Raja. Pada saat itu hanya Aceh yang tidak bisa di kuasai oleh VOC karena wilayah Aceh bukan termasuk wilayah Raja Amangkurat.

Coba kita bedakan dengan Nasib Indonesia sekarang.
1. Adanya IMF, Freeport, Newmont dan perusahaan asing lainnya.
Era Nusantara pada saat itu ada kongsi dagang VOC yang berburu rempah-rempah di Nusantara, pada era ini ada beberapa perusahan Asing yang berburu kekayaan alam di Indonesia. Di tambah dengan adanya IMF yang memberi “bantuan” dana segar dengan bunga yang besar.

2. Negara.
Bila VOC di dukung sepenuhnya oleh Belanda, perusahaan Asing yang berburu kekayaan alam di Negeri ini di dukung oleh Negara-negara kapitalis terutama Amerika Serikat dan sekutunya.

3.Faktor Pendukung.
Bila Belanda menguasai Nusantara untuk berburu rempah-rempah. Alasan Amerika dan sekutunya mengeksplortasi kekayaan alam Indonesia lewat perusahaan asing semacam Freeport dan Newmont karena harga barang-barang tersebut lagi naik di pasar Internasional.

4. Faktor Intelektual.
Banyak sekali para Intelektual terutama lulusan 3 perguruan Tinggi (UI, ITB dan UGM) mempunyai peran penting menjual kekayaan alam ke tanggan Asing. Entah kebetulan atau memang lulusan 3 perguruan tinggi tersebut di didik secara kapitalis, banyak sekali lulusan dari 3 perguruan tinggi tersebut menduduki jabatan penting di pemerintahan dan terbukti berkerja sama dengan perusahan-perusahan asing yang merugikan pihak kita.

5. Peran Media Massa.
Sudah menjadi rahasia umum bila media massa di Indonesia yang di besarkan dengan cara kapitalis dan liberalis telah menyudutkan pihak Islam dan membela kaum kapitalis.

6. Peran Pemerintah
Pemerintah saat ini tak jauh beda dengan pemerintahan era raja Amangkurat. Bila raja Amangkurat berkerja sama dengan VOC. Pihak pemerintah saat ini berkerja sama dengan beberapa perusahaan asing di bidang Pertambangan yang mempunyai visi dan misi tak jauh dengan dengan VOC.

Apakah Sejarah akan terulang…..?
Apakah Indonesia di massa akan datang di jajah kembali oleh Amerika dan sekutunya…?

Generasi Muda Indonesia saat inilah yang bisa merubah sejarah…
Jangan mau sejarah terulang…
Kalau bukan kita, Siapa lagi…..





.

0 komentar: