
Akhir Juni 2008,sebuah Harian Umum yang di prakarsai oleh tokoh-tokoh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang notabene visi dan misinya lebih kurang sebagai media massa cetak harian berbentuk koran yang menyuarakan aspirasi umat Islam sebagai tuan rumah di negeri ini di bawah bendera, PT. Abdi Bangsa Tbk (ABBA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
RUPS kemarin menelurkan beberapa wajah baru yang duduk di jajaran Dewan komisaris ABBA, seperti KH. Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym dan mantan Pemimpin Kantor Berita Antara, Asro Kamal Rokan.
Yang mengejutkan, masuknya Gavin O’Reilly di jajaran Dewan Komisaris Harian Umum Republika, Gavin O’Reilly sebenarnya adalah Presiden CEO The Independent News Media Group (INM)
Gavin O’Re adalah keturunan Sir Anthony O'Reilly yang merupakan Miliyader Yahudi berasal dari Irlandia, dan masuk sebagai keturunan yahudi terkaya di peringkat ke 288. versi Jew Watch.
Gavin O’Re sendiri menguasai 20 % Saham di Harian Umum Republika. Di dalam pecaturan perekonomian Global yang bersifat Kapitalis, memang bukan hal yang aneh lagi, siapa saja boleh memiliki saham sebuah perusahaan, tanpa perlu menggenal siapa dan dari mana calon pembeli saham tersebut.
Tapi yang aneh, sebuah Harian Umum yang di miliki oleh mayoritas umat muslim. Dan seharusnya berideologi Dakwah Islam tidak serta merta menerima Gavin O’Re sebagai Dewan Komisaris Harian Umum Republika.Apalagi Gavin O’Re mengguasai 20 % Saham HU Republika.
Pertanyaannya sekarang Apa Apa Dengan HU Republika???
0 komentar:
Poskan Komentar